Mengulik Lebih Dalam Tentang Kardus Box, Cuma Di Sini!

Kardus Box

Siapa yang tidak mengenal kemasan kardus atau karton box? Dalam kegiatan rumah tangga pasti sudah tidak asing lagi. Kardus ini salah satu fungsi utamanya tentu untuk pengemasan suatu barang sebelum dikirim dan dipasarkan.

Meski demikian, belum banyak yang tau lho tentang sejarah awal dibuatnya kardus box serta istilah-istilah di dalamnya. Seperti apa sih fakta menarik sejarah munculnya karton box ini? Yuk kita simak bersama paparannya berikut ini!

Histori kemunculan karton box atau kardus, simak di sini!

Asal mula dibuatnya packaging kardus diawali pada tahun 1874, saat itu ada seorang Amerika bernama Oliver Long yang mampu menambahkan kertas liner pada karton bergelombang yang pada akhirnya dikenal sebagai single face. Penemuan ini kemudian dipatenkan olehnya. Selanjutnya di tahun yang sama, G. Smith berhasil menyempurnakan temuan Oliver Long dengan menambahkan 2 lapisan liner di permukaan atas dan bawah dari kertas bergelombang tersebut yang kemudian diberi nama corrugated board atau karton bergelombang.

Kemudian di tahun 1881, diciptakanlah mesin yang dapat membuat single face. Industri karton bergelombang ini lalu meluas sampai ke Eropa. Mulai dari Inggris pada tahun 1883, diikuti oleh Jerman tahun 1886 dan disusul Perancis pada tahun 1888. Kotak karton bergelombang ini dikembangkan oleh seorang tukang ledeng Robert Gair pada usia 14 tahun Jersey.

Akhirnya pada tahun 1879, Robert Gair mengajukan paten. Dalam paten tersebut juga dijelaskan mengenai cara pemotongan, alat potongnya serta proses creasing atau pelipatannya. Selain itu, terdapat juga beberpa sketsa perihal proses potong serta creasing tersebut sehingga karton dapat dibentuk untuk menjadi satu kotak.

Nah ada beberapa istilah awam yang perlu anda ketahui di sini, tentang proses tersebut dari awal sampai akhir. Apakah itu?

Istilah dalam karton atau kardus box

  • Creasing

Kata ini berasal dari bahasa Inggris crease yang berarti melipat atau lipatan. Dalam istilah karton box, creasing adalah cikal bakal lipatan yang berupa cekungan atau garis yang membentuk suatu pola untuk memudahkan proses melipat.

  • Slot

Slot adalah lubang atau garis-garis yang memotong serta memisahkan antar tutup kardus dari tiap-tiap sisinya.

  • Flap

Flap adalah istilah untuk penutup pada kemasan kardus.

Nah itu dia sobat Jaya, sejarah kardus box, selain itu karton box akan terlihat lebih ciamik, keren, dan professional jika anda mencetaknya dengan logo usaha anda.

Mau cetak packaging box? JAPRI aja! Semoga bermanfaat sobat!

Giant Banner

MAU PRODUK ATAU EVENT ANDA DIKETAHUI OLEH MARKET ATAU MASYARKAT DI AREA TERTENTU?  PASANG GIANT BANNER 

cetak banner raksasa

Spanduk atau banner Raksasa yang terpasang diatas gedung dan jalan-jalan raya sebagai sebuah iklan besar
sangat besar pengaruhnya untuk sebuah produk atau bisnis karena setengah dari waktu kita dihabiskan di jalan.

Selain itu, pemasangan giant banner yang eyecatching dijamin membuat produk atau event anda semakin dilihat banyak orang.

Segera branding produk anda secara tepat dan berkelanjutan agar terus diingat oleh customer dan audien!

So, percayakan pada kami Jaya Print untuk solusi terbaik kebutuhan branding anda!

Belum punya desainnya? Tidak perlu khawatir JAPRI aja, dijamin keren dan mantap desainnya!

Cetak giant banner? JAPRI aja!

JAYA PRINT – Fast and Easy
——————————
📍 Jl. Mampang Prapatan VIII No. 29
☎️ 0822-2999-3081
💌 djayaprint@gmail.com
IG : @djayaprint
Twitter : @jayaprintshop
Fb : Jaya Print
http://www.jayaprint.id

Kenali Jenis-Jenis Finishing Sesuai Kebutuhanmu, Di Sini!

Apa itu finishing? Dalam dunia digital printing maupun offset, finishing merupakan suatu penyelesaian akhir dalam proses percetakan agar hasil cetak menjadi lebih menarik. Ada berbagai macam jenis finishing dalam dunia percetakan yang biasa diaplikasikan, baik itu untuk teknik cetak digital maupun cetakan offset.

Lalu, apa saja ragam finishing yang perlu kamu tahu? Dengan mengetahui jenis finishing dalam percetakan kamu juga bisa mengetahui karakteristik masing-masing jenis finishing serta hasil akhir dari produk percetakan seperti apa yang kamu butuhkan atau tidak.

Maka dari itu mimin Jaya akan membahas satu persatu ya! Check this out!

Ragam finishing dalam dunia percetakan, kamu wajib tahu!

Seperti yang kita ketahui, dalam dunia digital printing, dikenal beberapa istilah finishing untuk memperindah hasil cetakan. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Hot Printing

Dasar finishing ini memang pada prosesnya menggunakan foild untuk dipanaskan di mesin lalu dibubuhkan ke dalam media cetak. Hal ini menjadikan area tertentu seperti huruf pada judul buku menjadi mengkilat berwarna emas atau perak. Jenis ini lebih dikenal dengan sebutan finishing Poli.

Proses ini umumnya banyak digunakan untuk mempercantik undangan pernikahan atau amplop imlek yang terdapat ornamen emas dan silver. Sebenarnya foild ini tidak hanya untuk warna emas dan perak saja. Warna lain pun bisa, seperti Ungu, Biru, Merah, Hijau dan sebagainya.

  • Laminating Doff atau Glossy

Proses ini lebih familiar di mata masyarakat. Laminasi merupakan proses pelapisan kertas dengan bahan plastik tipis yang bertujuan membuat bahan kertas lebih awet dan tinta tidak mudah luntur. Laminating terdiri dari 2 macam yaitu: Doff dan Glossy.

Laminating doff memiliki tekstur lembut, hasil akhirnya tidak mengkilap dan terlihat natural. Laminating doff umumnya digunakan untuk kartu nama, pin, ID Card, atau kemasan berbahan kertas. Sedangkan laminating glossy, sifatnya licin dan mengkilap. Jenis glossy sering digunakan untuk flyer, brosur, dan katalog.

  • Spot UV atau Varnish

Spot UV di sini menghasilkan permukaan yang mengkilat pada area tertentu saja, seperti pada Judul Buku, Gambar Cover atau area tertentu lainnya. Bedanya dengan teknik laminasi adalah proses pelapisan ini menggunakan bahan cairan. Teknik ini juga memberi efek doff ataupun glossy. Perbedaannya adalah cairan untuk teknik spot UV akan bereaksi pada sinar Ultra Violet sedangkan varnish bereaksi pada suhu panas.

  • Embos

Teknik ini menjadikan area tertentu seperti judul buku menjadi timbul. Embos biasanya terdapat pada cover buku, majalah, katalog perusahaan dan lain-lain.

  • Lipat

Finishing lipat ini biasanya digunakan pada cetakan brosur atau leaflet.

  • Pond dan Pisau pond atau Die Cut

Pond merupakan teknik memotong kertas sesuai bentuk yang diinginkan, tergantung desain yang dicetak. Proses pemotongannya dilakukan dengan mesin khusus yang menggunakan pisau pond yang bisa diatur agar mengikuti bentuk desain. Finishing Pond biasa digunakan untuk stiker, undangan, kartu ucapan, atau booklet dengan bentuk yang unik atau custom.

  • Porforator

Porforator adalah mesin untuk melubangi kertas secara berderet. Contohnya lubang kecil di karcis atau tiket, lubang-lubang itu dibuat agar tiket mudah disobek.

Butuh finishing jilid? Ini jenis-jenisnya!

  • Jahit kawat dan mika plastik

Penjilidan buku menggunakan kawat atau mika plastik bias berbentuk spiral

  • Lem panas atau bending

Sesuai dengan namanya, proses pengeleman ini dipanaskan menggunakan mesin. Dalam proses jilid lem panas ini ada juga bagian dalamnya yang dilakukan proses penjahitan untuk mengurangi resiko terlepas pada bagian halaman tersebut.

  • Spiral

Dengan menggunakan spiral kawat bulat atau ring berwarna putih, hitam dan silver. Proses untuk pengerjaan jilid spiral memang tidak terlalu rumit.

  • Jahit benang

Cover dari sistem penjilidan dengan jahit benang biasanya memakai cover kulit atau bias juga hard cover dan menggunakan pita kapital.

  • Streaples

Jilid straples merupakan proses finsihing jilid di mana pada bagian tengah buku akan distreaples.

Nah sobat Jaya, sudah paham kan apa itu finishing serta jenis-jenisnya dalam dunia digital printing maupun offset? Jangan ragu untuk menghubungi kami di sini! Kami siap support semua kebutuhan bisnis ataupun event kamu sobat!

Mengenal Sablon Kaos Digital dan Cara Kerjanya, Hanya di Sini!

Teknik sablon saat ini ada bermacam-macam, mulai dari manual, sublimasi, polyflex, dan juga sablon kaos digital yang menggunakan mesin DTG (Direct to Garment). Sablon kaos memang merupakan industri yang sangat menguntungkan karena kebutuhan yang sangat tinggi.

Pada artikel kali ini mimin Jaya akan membahas tentang sablon digital yang umum digunakan oleh para pemilik usaha percetakan dan fokus kepada teknik sablon DTG. Apa saja sih alat dan bahan yang dibutuhkan, serta cara kerjanya.

Pengertian sablon digital dan tekniknya, cek di sini guys!

Proses sablon kaos menggunakan DTG sangatlah mudah, serta alat dan bahannyapun juga tidak terlalu rumit. Selain itu, proses pengerjaannya tidak akan mengotori lokasi usahamu lho! Langsung saja yuk kita simak pembahasan mendalamnya berikut ini!

Apa sih yang dimaksud dengan sablon digital?

Sablon kaos digital merupakan teknik sablon yang tidak lagi menggunakan perangkat manual seperti screen, frame, rakel, dan juga emulsi foto. Nah, pada sablon digital, proses penyablonan dilakukan dengan cara mencetak desain langsung pada kaos menggunakan printer DTG yang saat ini sudah semakin marak.

Sebelum munculnya mesin DTG, teknik sablon lainnya yang umum digunakan adalah sublimasi, yang mana desain sablon dicetak pada kertas transfer dan dipindahkan ke permukaan kaos menggunakan mesin press.

Jadi, pada teknik DTG, tidak perlu lagi menggunakan transfer paper tetapi tetap menggunakan mesin press sehingga tinta sablon akan mengering dengan sempurna dan tahan lama.

Sejarah Sablon Digital

Sejarah sablo digital pertama kali dimulai dengan printer injeksi pada tahun 1950-an dan baru pada  pertengahan 1980 lah teknologi printer DTG tersebut dikembangkan. Akhirnya pada tahun 2004 mesin DTG pertama berhasil diperkenalkan kepada kahalayak, dan mendapat sambutan hangat dari para pemilik usaha konveksi serta para penyedia jasa sablon di seluruh dunia.

Pada awalnya mesin DTG tidak dapat mencetak pada warna kaos hitam dikarenakan tinta berwarna putih belum ditemukan, lalu pada tahun 2005 setelah tinta putih dirilis, mesin DTG akhirnya dapat mencetak pada kaos berwarna hitam.

Alat dan Bahan Sablon Kaos Digital

Apa saja alat dan bahan yang digunakan untuk memproduksi sablon kaos digital selain mesin DTG? Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Alat pemanas atau hotgun riegun

Alat yang penting dalam proses sablon digital adalah hotgun riegun ini, ia berfungsi untuk mengeringkan sablon lebih cepat dengan cara memanaskannya, cara kerjanya mirip dengan hair dryer yang mengeluarkan uap panas untuk mengeringkan rambut dengan cepat.

  • Kompresor

Kompressor digunakan sebelum kaos diletakkan pada mesin DTG untuk dicetak, fungsinya adalah untuk merapatkan pori-pori kaos sehingga tinta sablon akan merekat dengan baik dan tidak mudah rontok.

  • Kertas Teflon

Kertas teflon atau pelapis ini digunakan untuk melapisi area kaos yang disablon guna melindungi bagian sablon agar tidak terkena panas langsung dari mesin press.

  • Printer DTG

Tentunya proses sablon kaos tidak akan berjalan tanpa adanya mesin printer DTG. Cara kerja mesin ini sangat mirip dengan printer kertas biasa.

  • Mesin Press Kaos dan Desain DTG

Mesin press ini akan menekan kaos sambal menyebarkan panas di area kaos sehingga tinta sablon akan lebih cepat kering serta menempel dengan sempurna.

  • Satu Paket Tinta, Catridge, dan Pembersihnya

Seperti printer pada umumnya, mesin DTG juga membutuhkan tinta sablon dan cartridge, biasakan membersihkan kepala printer secara rutin.

  • Komputer atau Laptop

Kamu juga perlu menyiapkan komputer atau laptop dengan spesifikasi yang cukup agar tidak lemot saat membuka program desain dan mencetaknya.

Nah itulah dia detail mengenai sablon kaos digital yang populer saat ini. Semoga bermanfaat ya sobat Jaya!