Tips Memilih Packaging Yang Cocok Untuk Bisnis Kuliner Anda!

Memilih packaging bagi anda yang memiliki usaha di bidang kuliner pastinya tidak boleh asal. Karena beda jenis kulinernya, pasti berbeda pula kebutuhan kemasan yang sesuai. Ada beragam jenis kemasan makanan seperti food tray, paper bowl, standing pouch, dan lain-lain. Masing-masing kemasan memiliki bentuk, jenis, desain, serta fungsi yang berbeda.

Selain itu, saat ini masyarakat Indonesia juga tengah gencar kampanye mengurangi pengunaan kemasan plastik bahkan perusahaan retail mulai menerapkan diet kantong plastik dan menggantinya dengan paper bag yang ramah lingkungan. Maka dari itulah masalah ini menjadi salah satu yang perlu perhatian serius bagi anda para pelaku usaha kuliner dalam memilih kemasan. Karena seperti yang kita ketahui bahwa penggunaan kemasan makanan yang tepat akan memberikan dampak yang besar pula bagi kelangsungan bisnis kuliner anda. Packaging yang menarik serta lain dari yang lain pastinya dapat akan membuat para konsumen terpengaruh dan percaya dengan hasil masakan anda.

Lalu, bagaimana sih kriteria pemilihan kemasan yang aman dan sesuai kebutuhan? Nah di sini mari kita bahas bersama hingga tuntas apa saja jenis-jenis packaging yang cocok dengan bisnis kuliner anda. Jangan lewatkan dan baca sampai selesai ya sobat!

Ingin tahu karakteristik kemasan makanan atau minuman yang aman? Baca di sini!

Nah bagi anda yang memiliki usaha yang bergerak di bidang kuliner, berikut ini kami sajikan beberapa kriteria packaging yang aman untuk digunakan pada makanan dan minuman. Mari kita ulas paparannya di bawah ini!

Ciri-ciri packaging yang aman digunakan. Sudah betulkah pemilihan anda?

Cek di sini sudah sesuaikah kriteria kemasan untuk makanan anda?

  1. Kemasan kedap suhu, udara dan air

Salah satu ciri kemasan makanan yang baik adalah kedap suhu dan udara. Hal ini disebabkan faktor udara dan suhu luar yang banyak mengandung polusi, debu, virus, atau lain-lain yang dapat menganggu kesehatan pengguna. Nah, dengan menggunakan kemasan yang kedap udara maka dapat memperkecil peluang masuknya debu atau kotoran lain dari luar serta meminimalisir resiko makanan terkontaminasi. Selain kesehatan, kontaminasi udara luar juga pasti akan mempengaruhi cita rasa dan juga tekstur makanan.

Satu lagi, selain kedap udara atau suhu, perlu juga diketahui sifat kemasan yang mampu meredam air. Hal ini karena ada beberapa jenis makanan yang rentan jika terkena air sehingga akan menurunkan kualitas makanan dan dapat mengakibatkan basi atau rusak. Inilah kenapa kemasan kedap air juga sangat dibutuhkan.

Namun demikian, yang perlu diingat juga oleh para pelaku usaha kuliner adalah tidak semua kemasan kedap air atau berbahan dasar plastik dapat digunakan sebagai kemasan makanan lho! Lalu tipe plastic yang bagaimana yang baik untuk dijadikan kemasan makanan? Berikut adalah beberapa jenis plastik tersebut:

  1. Polyethylene terephtalate (PTE) yaitu ditujukan untuk kemasan air minum, minuman ringan berkarbonasi, jus buah, selai, saus cabai, jelly, minyak goreng, dan lain-lain.
  2. High density polyethylene (HDPE) yaitu untuk kemasan berbahan dasar susu, yoghurt, air kemasan botol dan galon.
  3. Low density polyethylene (LDPE) yaitu untuk kemasan rapat yang umumnya digunakan untuk mengemas roti, frozen food dan lain-lain.
  4. Polypropylene (PP) yaitu untuk kemasan saus tomat, margarin serta berbagai jenis sup.

Selanjutnya di antara jenis-jenis plastik di atas yang relatif aman dan telah teruji oleh FDA adalah jenis plastik PTE.

  • Hindari kemasan berbahan dasar styrofoam

Kriteria berikutnya untuk menunjang kemasan yang baik serta aman untuk kesehatan yakni dengan tidak menggunakan bahan styrofoam. Memang untuk makanan cepat saji, styrofoam kerap menjadi pilihan yang paling mudah karena sifatnya yang tahan panas dan juga harga yang relatif lebih murah. Namun penggunaan styrofoam tidak 100% aman meski sudah dilapisi oleh kertas minyak. Jika makanan sangat panas resiko larutnya materi kimia yang ada bisa saja terjadi. Maka dari itu, sangat disarankan untuk para pengusaha agar menghindari kemasan berbahan styrofoam ini.

  • Hindari kemasan yang mengandung bahan logam

Kemasan yang terdapat kandungan logam memiliki resiko membahayakan kesehatan. Meski kemasan berbahan logam dicap efektif untuk jenis makanan jangka panjang. Namun akan lebih bijak jika anda selaku pengusaha mempertimbangkan kesehatan para konsumen.

  • Sebisa mungkin gunakan kemasan yang dapat memberi sirkulasi udara

Ada beberapa jenis makanan yang membutuhkan lubang pada kemasan untuk sirkulasi udara. Kemasan tipe ini biasanya digunakan untuk makanan bersuhu tinggi atau yang baru saja diolah.

Baca juga: Jenis-jenis Kemasan Yang Perlu Anda Ketahui

Tips memilih kemasan sesuai kebutuhan jenis usaha kuliner anda!

Jika sebelumnya kita bahas perihal keamanan kemasan untuk makanan, maka kali ini mari kita bahas tuntas tentang tips memilih packaging sesuai kebutuhan bisnis kuliner anda. Yuk disimak!

  1. Bentuk kemasan

Bentuk kemasan merupakan hal yang perlu anda pertimbangkan dengan seksama. Apakah cocok dengan bisnis anda? Jangan memilih karena bentuknya yang lucu saja, tetapi juga harus memperhatikan fungsinya lho!

  • Size atau ukuran kemasan

Selain bentuk, ukuran kemasan juga penting lho agar sesuai dengan produk makanan anda. Ukuran yang tepat dapat membuat konsumen nyaman jika makanan tersebut dibawa. Hal ini terutama berlaku untuk anda yang memiliki bisnis kuliner tanpa ada dine in.

  • Pemilihan bahan

Bahan dari kemasan makanan anda harus disesuaikan dengan menu. Bahan anti air cocok digunakan untuk makanan berkuah atau yang basah. Sedangkan aluminium foil cocok untuk makanan kering yang kedap udara. Sedangkan, bahan kertas seperti food tray dapat digunakan untuk makanan kering seperti kentang goreng, sosis goreng, sandwich, burger, dan lain-lain.

  • Memperhatikan fitur yang terdapat pada kemasan

Fitur kemasan juga menjadi salah satu factor keunikan lho! Kemasan masa kini memiliki tiga fitur yaitu Vacuum, Zipper dan Valve. Kemasan berfitur Vacuum biasanya digunakan untuk meningkatkan daya tahan produk. Sedangkan zipper mampu melindungi produk dari sinar uv dan oksigen. Kalau Valve, merupakan kemasan yang tepat bagi produk makanan yang mengeluarkan gas. Kemasan jenis ini akan mengeluarkan gas dari dalam kemasan, namun udara dari luar tidak akan masuk ke dalam kemasan.

Kemasan Zipper
Kemasan Valve
Kemasan Vacuum
  • Memilih jasa percetakan

Nah yang terakhir, anda harus pintar-pintar memilih print shop yang professional seperti Jaya Print ini, kami menerima jasa cetak kemasan dengan berbagai jenis, bentuk, desain, serta ukuran sesuai kebutuhan anda. Selain itu, kami juga menyediakan jasa desain bagi anda yang masih bingung dengan desain yang eye cacthing untuk produk anda di sini!

Demikianlah cara memilih kemasan untuk bisnis kuliner yang telah kita dipelajari. Selain itu, bahkan anda juga dapat mempertimbangkan penggunaan kemasan yang berasal dari alam seperti daun dan kayu. Dengan kreativitas pengolahan yang epik maka kemasan yang sederhana justru bisa menjadi nilai plus bagi bisnis kuliner anda nantinya.

Cetak packaging custom? JAPRI aja!

Kemasan Produk Tujuan dan Fungsinya, Pelajari Di Sini!

Fungsi kemasan produk paling mendasar pastinya untuk mewadahi suatu produk atau barang dari kerusakan di luar. Namun secara definisi, kemasan adalah bagian terluar yang membungkus suatu barang dengan tujuan untuk melindungi produk dari guncangan, benturan, serta cuaca di luar. Biasa juga disebut dengan packaging.

Namun demikian, sebetulnya apa sih fungsi mendalam serta tujuan pembuatan kemasan produk? Mari kita bahas pada artikel kali ini!

Ingin tahu fungsi dan tujuan dari packaging? Pahami di sini!

Untuk menampilkan image terhadap isi, packaging produk umumnya didesain sedemikian rupa dengan cantik dan elegan, sehingga pesan yang ingin disampaikan akan tepat sasaran dan ditangkap oleh target market. Ini dia penjelasan lebih lanjutnya.

Fungsi

  • Mewadahi produk selama proses distribusi dari produsen, distributor, hingga konsumen, agar tidak tercecer, terutama untuk produk yang berbahan dasar cairan, pasta, atau butiran.
  • Melindungi serta mengawetkan produk dari sinar ultraviolet, kelembapan serta udara panas, hujan, oksigen, benturan, selain itu juga menjaga produk agar tidak terkontaminasi mikroba yang dapat merusak dan menurunkan kualitas produk.
  • Sebagai identitas produk, dalam hal ini dapat berfungsi sebagai alat komunikasi dan informasi untuk customer melalui label.
  • Meningkatkan efisiensi serta memudahkan penghitungan barang (misal 1 kemasan isi 10, 1 lusin, dan sebagainya).
  • Memperluas pemasaran produk.
  • Memberi nilai berbeda dari produk lain yang serupa agar dapat meningkatkan daya tarik calon konsumen.
  • Dapat menjadi sarana informasi dan iklan, jika ditambahkan alamat website, sosial media, kontak person, dan lain sebagainya.
  • Dapat meningkatkan branding perusahaan atau produk.

Tujuan

  • Physical Production.
  • Barrier Protection.
  • Information Transmission.
  • Reducing Theft (sebagai perangkat anti pencurian).
  • Fitur yang menambah kenyamanan dalam proses distribusi.
  • Marketing and branding. Kemasan dan label dapat digunakan oleh para pengusaha untuk semakin mendorong calon pembeli.

Nah itulah dia hal-hal yang patut anda ketahui dari betapa pentingnya suatu kemasan produk, selain itu juga desain yang unik akan semakin menarik perhatian calon pembeli. Cari desainer serta printshop professional untuk mencetak kemasan produk anda.

Ingin cetak kemasan? JAPRI aja!

Mengulik Lebih Dalam Tentang Kardus Box, Cuma Di Sini!

Kardus Box

Siapa yang tidak mengenal kemasan kardus atau karton box? Dalam kegiatan rumah tangga pasti sudah tidak asing lagi. Kardus ini salah satu fungsi utamanya tentu untuk pengemasan suatu barang sebelum dikirim dan dipasarkan.

Meski demikian, belum banyak yang tau lho tentang sejarah awal dibuatnya kardus box serta istilah-istilah di dalamnya. Seperti apa sih fakta menarik sejarah munculnya karton box ini? Yuk kita simak bersama paparannya berikut ini!

Histori kemunculan karton box atau kardus, simak di sini!

Asal mula dibuatnya packaging kardus diawali pada tahun 1874, saat itu ada seorang Amerika bernama Oliver Long yang mampu menambahkan kertas liner pada karton bergelombang yang pada akhirnya dikenal sebagai single face. Penemuan ini kemudian dipatenkan olehnya. Selanjutnya di tahun yang sama, G. Smith berhasil menyempurnakan temuan Oliver Long dengan menambahkan 2 lapisan liner di permukaan atas dan bawah dari kertas bergelombang tersebut yang kemudian diberi nama corrugated board atau karton bergelombang.

Kemudian di tahun 1881, diciptakanlah mesin yang dapat membuat single face. Industri karton bergelombang ini lalu meluas sampai ke Eropa. Mulai dari Inggris pada tahun 1883, diikuti oleh Jerman tahun 1886 dan disusul Perancis pada tahun 1888. Kotak karton bergelombang ini dikembangkan oleh seorang tukang ledeng Robert Gair pada usia 14 tahun Jersey.

Akhirnya pada tahun 1879, Robert Gair mengajukan paten. Dalam paten tersebut juga dijelaskan mengenai cara pemotongan, alat potongnya serta proses creasing atau pelipatannya. Selain itu, terdapat juga beberpa sketsa perihal proses potong serta creasing tersebut sehingga karton dapat dibentuk untuk menjadi satu kotak.

Nah ada beberapa istilah awam yang perlu anda ketahui di sini, tentang proses tersebut dari awal sampai akhir. Apakah itu?

Istilah dalam karton atau kardus box

  • Creasing

Kata ini berasal dari bahasa Inggris crease yang berarti melipat atau lipatan. Dalam istilah karton box, creasing adalah cikal bakal lipatan yang berupa cekungan atau garis yang membentuk suatu pola untuk memudahkan proses melipat.

  • Slot

Slot adalah lubang atau garis-garis yang memotong serta memisahkan antar tutup kardus dari tiap-tiap sisinya.

  • Flap

Flap adalah istilah untuk penutup pada kemasan kardus.

Nah itu dia sobat Jaya, sejarah kardus box, selain itu karton box akan terlihat lebih ciamik, keren, dan professional jika anda mencetaknya dengan logo usaha anda.

Mau cetak packaging box? JAPRI aja! Semoga bermanfaat sobat!